Melawan menangkap wangi yang sangat khas, mirip wangi kasturi

Melawan Arus  Hidupitu singkat…Tapidunia itu luas… Akuterjatuh dari langit-langit kamar yang terbuat dari lembaran-lembaran kayulapuk.  Aku mendarat persis ditengah-tengah lutut seorang perempuan yang sedang tertidur dengan posisi badantelentang. Sesekali kudengar ia mendengkur, seperti seekor Nagayang tertidur panjang dalam gua keabadian.

Malam memang telah larut, tapi balon lampu yang masih terang-menyalamembuatku masih bisa mondar-mandir sebagai makhluk yang kehilangan arah. Bagaidituntun oleh cahaya aurora, seluruh kutub-kutub jiwakudiselimuti oleh adrenalin yang menyala. Kurasa kulit lembut dari perempuan itutidak cukup untuk melampiaskan kekesalan atas bentuk yang harus kuperankansebagai makhluk kecil, yang dalam banyak hal, dianggap tidak punya arti samasekali.Selagibelum ada yang menyadari kehadiranku, lebih baik aku mencari sesuatu yang bisamemuaskan naluriku.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Dari lutut, aku berjalan entah kemana, kurasa kakikumenyentuh banyak permukaan, kasar, halus, datar, dan sesekali berlubang. Akumelewati sebuah tanjakan, dan beberapa lipatan kain sebelum berhenti untukmemastikan bahwa tempat itu cukup aman dari gerakan yang mematikan. Dansepertinya memang aman…Aku memperhatikan sekelilingku danakhirnya bisa kupastikan kalau aku sedang berada di bagian pinggang perempuanitu. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang indah di sana,sesuatu yang indah untuk dilekati dengan perasaan.

“Mungkinaku sedang berada di kaki bianglala surga dunia.””Disini aku akan membuang nelangsa, akan kubesarkan jiwaku meski raga yangmenopangnya sangat kecil.”Indrapenciumanku mulai menangkap wangi yang sangat khas, mirip wangi kasturi yangdengan sekejap bisa mengubah rasa hambarku menjadi bongkahan selera yangmenggunung. Meski mataku hanya menangkap benda-benda raksasa yang membosankan,tapi aku yakin di balik itu ada setitik manis yang bisa memberiku kenikmatan.

Perlahan namun sangat pasti, wangi itu menuntunku pada sebuah tempat yangsemakin indah untuk dijelajahi. Tidak salah lagi, aku masuk di saku rok miniperempuan itu. Di dalamnya ada surga, aku rela hidup seabad di sana.Sebuahpermen buatan luar negeri. Meski gelap karena tertutup kain, tapi aku bisamenikmatinya dengan beberapa gigitan. Bukankah rasa bisa mengalahkanpenglihatan. Aku terus melubangi plastik tipis yang membungkusnya dengan duabatang gigiku, yang meskipun kecil, namun senantiasa menjadi senjata ampuhuntuk melawan setiap rintangan di kehidupanku, sampai aku mendapati isi yangsempurna lalu mengisapnya. Aku meneguk manis yang memabukkan.

“Kurasaaku akan betah, setidaknya untuk beberapa putaran waktu, takpeduli apa yang terjadi di luar sana.”Akuadalah semut betina yang kesepian. Aku terlempar dari pegunungan.

Aku terseretoleh air bah. Aku dimuntahkan oleh bocah lelaki yangingusan. Aku terusik dan terusir oleh zat-zat kimia yang disemprotkan olehtukang kebun dan penjaga taman. Tapi manis permen itu akan kukenang sebagai halyang paling sejati, dalam hidupku yang sangat singkat.Penderitaandan kesenangan memang hampir tak punya batas. Kalaupun ada, mungkin hanya setipis ari yangdengan mudah dirobek hanya dengan goresan kuku atau sebatang lidi.

Em…Lanjut…!!! Kuceritakankisahku kepada iblis yang terbahak-bahak setelah mencabuli semua keyakinan paramanusia, pada malaikat yang mulai jenuh mendengar setiap ungkapan pilu darimakhluk-makhluk kecil sepertiku, dan juga pada siapa saja yang mau belajartanpa harus bertanya siapa yang akan mengajarinya.Akumasih berada dalam saku perempuan itu…Akutidak merasa kalau waktu sedang bergeser detik demi detik, kenikmatan menjalardi semua bagian tubuhku. Tiba-tiba sebuah jemari dengan kuku tajam, bercat pinkdan sedikit tajam menelusup menghampiriku. Ia seperti badai tsunami yang bisamemporak-porandakan bangunan rumah dan peradabanku. Beruntung aku bisamenyelamatkan diri, tapi sial, jemari itu merampas permen yangkubangga-banggakan.

Kenikmatanberganti dengan resah. Mungkin aku harus kembali ke titik nol.…Rasanyatidak ada alasan untuk tinggal dalam kegelapan tanpa kepastian. Mata dantelingaku boleh dibatasi, tapi insting ditambah sisa-sisa tekad yang masihmenyala, meski kian redup, membuatku terus memanjat sampai mencapai puncak yangkelihatan terang.

“Astaga…”Akuterperanjat melihat perubahan di depan mataku. Kurasa aku berada dalamimajinasi seorang pesulap hebat yang bisa merekayasa kenyataan dan perspektifdalam waktu yang sama sekali tidak kurasakan. Balonlampu menjadi matahari yang bersinar ramah, langit-langit kamar menjelmamenjadi angkasa biru tanpa batas, kasur dan bantal menjadi hamparan tanah yangditumbuhi aneka rumput dan bunga-bungaan.

Sementara perempuan yang tadinyaberbaring sendiri, kini sedang duduk dan becerita dengan seorang lelaki.Tiraidari panggung pengalamanku akan kututup dengan membuka tirai pengalamanselanjutnya. Apa yang sedang dibicarakan oleh mereka tidak menjadi hal yangpenting dalam duniaku. Nenek moyangku pernah mengatakan kalau etika dankehormatan tidak untuk dibahas sampai tenggorokan mengering, tapi cukupditegakkan dengan tindakan.Tapiaku masih butuh betis perempuan itu, akan kutitipkan perjalanan selanjutnyapadanya. Aku segera memanjat. Terasa halus, betisnya tak berbulu.

Ia sepertikilat yang sangat cepat. Bila suatu saat aku bertemu dengan ibuku, pasti akankuceritakan semua hal yang sempat kulihat dan kurasakan. Selama ini ibuku hanyasering bercerita tentang solidaritas.”Gajahyang besarnya ribuan kali lipat dari ukuran tubuh kita akan takluk bila kitabisa saling menguatkan. Kita tidak perlu bertanya tentang siapa yang akan matidan tetap hidup di akhir perjuangan kelak, karena yang kita butuhkan adalahpengakuan, entah dalam keadaan mati atau hidup.

Perasaan kita tak perludicerai-beraikan, sebab nama kita hanya satu. Nama itulah kehormatan kita. Kitaakan abadi di dinding-dinding, di balik bebatuan atau diruang-ruang dapur paraibu.”Perempuanitu pergi meninggalkan lelakinya. Cengkraman kakiku harus lebih kuat agar akutidak terjatuh dan terinjak oleh kaki-kaki yang tak punya mata. Dari betis, akukembali ke rok mini perempuan itu.

Beberapasaat kemudian, rok mini sebagai labirinku dilepas. Lalu aku terangtung padadinding bercat hijau yang banyak dihiasi dengan gambar-gambar lelaki yangberotot besar. Mungkin perempuan itu akan mandi sebab wangi farfumnya mulai tergantidengan bau keringat yang kurang menarik.

Opstz…dugaanku ternyata salah…Lelakiyang tadi menemaninya di taman tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar danlangsung mengambil tempat di sisi perempuan itu. Aku menjadi teringat dengansepasang anjing binal yang penah kutemui di pinggiran hutan yang sunyi.Sesekali kudengar suara mereka mendesah dengan nafas yang memburu.Persetandengan etika yang tak punya ukuran jelas.

Malamini kita mengukurnya lewat kedalam rasa.Keduanyatersenyum puas, sebelum lelaki itu pergi dengan langkah yang sedikit gontai.Dan aku juga harus pergi, ini bukan sesuatu yang menarik. Apa yang kulihat takseindah gambaranku tentang kehebatan makhluk yang bernama manusia. Kuharap adamakhluk yang bisa mengantarku pada pemandangan yang lebih indah.…Harapankumemang tak sia-sia…Seekorkucing jantan membawaku di sebuah ruang makan dimana sebuah keluarga membentukkolaborasi dan konfigurasi. Ruangan itu kelihatan sempurna, mirip puri istanayang dihuni oleh raja serta kerabat-kerabtnya.

(sambilmakan, diiringi gesekan biola)Ayah                            : Kini tiba saatnyakita menggantikan cerita dari generasi-generasi yang telah hilang atausetidaknya telah usang tergerus jaman. Senyum kita akan menggantikan wangicendana yang akan segera punah oleh kebringasan para penjarah hutan. Kita akanmenyelami samudera kehidupan untuk mendapatkan keutuhan yang telah karam didasar Atlantik  sana.Ibu                               : Wajibkah itukita lakukan, tidakkah itu nantinya membawa kita pada resiko besar, kita akanmenjadi tumbal keeogisan dunia. Mengapa kita harus menjadipengganti, mengapa kita tidak menjadi penerus atas cerita yang memang telahberada pada episode dan detik-detik terakhir.Ayah                            : Lalu kita hanyadatang untuk melengkapi setiap noda dan kebobrokan sejarah. Tidak, bahkan kitatidak sekedar datang untuk menjadi aktor dan memainkan peran baru, justru kitadatang untuk menciptakan panggung kehidupan yang baru, dengan sejarah yangtidak terikat dengan sejarah sebelumnya.Ibu                               : Tapi dengan apakita bisa melakukan semua itu.

Ayah                            : Dengan cara tidakbertanya tentang apa yang harus dilakukan, tapi melakukan apa seharusnyadipertanyakan.Anakperempuan        : Adakah dunia yang lebihindah dari taman yang selalu memanjakanku dengan permainan.Ayah                            : Setiap tempat dansetiap waktu adalah taman untuk bermain. Tapi kalian harus ingat, bahwa hidupadalah permainan yang butuh keseriusan, kebebasan yang butuh prinsip, hidupadalah kata-kata yang dipertanggungjawabkan.Anaklaki-laki                  : Jika demikian, maka ajari kami tentang artikeseriusan, prinsip dan pertanggungjawaban.Ayah                            : Belajarlah padaburung gereja yang memintal jerami dan ilalang menjadi rajutan sarang yang indah, rayap-rayap yang membuat balok-balokjati menjadi serbuk kayu yang halus, atau belajarlah pada panas yang terikatoleh api, pada suara-suara yang melekat pada tebing-tebing subuh yang hening.

Ibu                               : Aku yakinkalian adalah rencana-rencana terbaik Tuhan untuk hidupku (sambil mengusapkepala putra-putrinya), kalian tak perlu risau tentang apa jadinya masa depankalian nanti, sebab Tuhan selalu adil di setiap rencananya.Ayah                            : Keadilan Tuhanhanya dapat dilihat dan dirasakan dengan cara yang adil pula, kebaikanNya akanmenjadi kebaikan bila orang-orang menyikapinya dengan kebaikan. Kita terusberjalan menuju pada kesempurnaan.Anakperempuan       :Bagaimana kalau kami mati sebelum mencapai titik kesempurnaan itu.Ayah                            : Dipikirkan atautidak dipikirkan, kematian akan datang sebab kematian juga bagian darikehidupan.Ibu                               : Kalian masihmuda untuk berbicara tentang kematian, lebih baik membereskan mainan kalian,sebab sebentar lagi permainan-permaianan itu juga akan berganti dengankedewasaan kalian.

Emosi akan terus ditempaseiring usia yang menghantam kita.AnakLaki-laki             : Kami beruntungdapat hadir di sisi ayah dan ibu.Anakperempuan        : Ini adalah dosa bilatak disyukuri.Ayah                            : Kalian adalahbukti cinta sejati.Ibu                               : Kalian adalahbias kesempurnaan abadi.Anakperempuan        : Cinta itu apa…Ayah                            : Cinta adalah gelombangdari segala samudera. Cinta adalah rasa dari setiap zat.Cinta adalah alasan dan tujuan darisegala eksistensi.

Anakperempuan        :Aku menjadi tidak mengerti.Ayah                            :Ketidakmengertian adalah bentuk kecerdasan tertinggi tentang cinta.Kaliini aku sangat tertarik untuk bersama orang-orang ini. Kucoba memanjat kakikursi yang terbuat dari kayu jati dengan coraknya yang indah.

Meski sedikitlicin oleh bahan anti gores yang melekatinya, tapi akhirnya aku berhasil sampaidi kepala lelaki yang dari tadi kuperhatikan seperti orang bijak yang pahamtentang banyak hal. Rambutnya sedikit keriting dan mengeluarkan wangi yangsangat harum. Di kepala itulah, kucatatkan mu’jizatdalam hidupku.

Semua makhluk mungkin tidak akan percaya dengan peristiwa yangsaya alami. Tapi bagaimana punaku merasa perlu membeberkannya kepada siapa saja. Agar sejak saat ini kitamulai percaya bahwa di luar kekuasaan kita memang tersimpan sebuah kekuasaanyang maha tak terbatas. Kita tidak perlu ragu untuk membangun sebuah impian sebabternyata kemustahilan memang tidak ada. Sekalilagi aku adalah seekor semut betina yang kesepian…Dalamkesepianku itu, aku mendapat kesempatan untuk melintasi beberapa negara hanyadalam hitungan jam, ternyata laki-laki berambut keriting itu adalah seorangpresiden dari salah satu lembaga parlemen internasional. Bersamanya aku melihatpabrik-pabrik nuklir yang megah, lalu mengunjungi tempat-tempat pengungsianyang dihuni oleh ribuan korban perang. Aku melihat proyek peluncuran pesawatruang angkasa, serta pusat-pusat pelelangan benda peninggalan sejarah. Namunyang paling luar biasa adalah aku bisa berdiri di atas sebuah mimbar, dan dihadapanku sedang duduk ratusan tokoh-tokoh yang paling berpengaruh terhadapkebidajakan global.

Lalu kusaksikan lelaki itu ber’orasi dengan suara yangsangat lantang…TentangperangBisakahkita tertidur lelap sementara di sekeliling kita sedang bising oleh tangisanbayi yang kehilangan orang tua mereka. Bisakah kita menikmati cakrawala senjabila angkasa tak henti dipenuhi luncuran roket-roket yang mematikan. Bisakahkita tenang sementara mata kita menyaksikan orang-orang berlumuran darah.Bisakah kita beristirahat di antara puing-puing serta reruntuhan bangunan, olehbom dan geranat. Tidak,demi Tuhan… hidup hanya bisa dinikmati tanpaperang, ribuan bahkan jutaan nyawa telah melayang, teramat banyak cita-citayang telah terkubur karena kehilangan kesempatan. Terlalu sering nurani kitadigetarkan dengan rintihan pilu dari mulut-mulut yang tak berdaya.Saatnyakebencian itu ditanggalkan, karena sungguh kita bisa saling menyapa tanpa harusada prasangka dan rasa saling ingin menguasai.

Mari mengganti proyek pembuatansenjata dan memperbanyak tentara dengan proyek penanaman hutan-hutan yang telahrusak. Mari kita akhiri pembicaraan kita tentang strategi perang danmenggantinya dengan diskusi tentang persaudaraan dan solidaritas. Mari kitahidup tanpa dendam, tanpa kebencian.Tentangkeadilan ekonomiBukansoal kapitalis dan sosialis.

Bukan soal untung rugi yang dikalkulasi denganhitungan persen, juga bukan tentang nila tukar mata uang antar Negara. Tapikita harus berani mengatakan kalau ada yang salah bila jutaan orang yang sedangberada di bawah garis kemiskinan. Merekatidak mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka, membiayai pendidikan formal, sertamembangun perumahan yang layak huni. Sekianbanyak buruh yang dimesinkan, sementara petani-petani dijajah lewat harga. Adajurang pemisah yang sangat jelas antar-penghuni kasta ekonomi. Ada lapangankerja yang hanya didominasi oleh kelas-kelas tertentu.

Kitatentu tidak ingin menambah dosa dengan membiarkan hal itu terus terjadi.Ekonomi yang baik adalah ekonomi yang mampu menyeimbangkan antara kepemilikanindividu dan aspek-aspek sosial. Kita boleh bangga dan sangat berhak memilikimobil mewah atau berlian, tapi disisilain, kita bisa menjadi sangat terhormatbila bisa merasakan rasa pahit-manis orang-orang disekeliling kita. Saatnyapelaku ekonomi juga menjadi pelaku humanisasi.Sebenarnyamasih banyak “tentang” yang disampaikan oleh lelaki itu, tapi hampir semuanyatelah kulupakan, Tuhan memang tidak memberiku otak yang cerdas seperti otakmanusia. .

. Maaf ya.