BAB tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia.

BABIPENDAHULUAN 1.

Latar Belakang            Indonesia adalah negarakepulauan terbesar dunia. Indonesia memiliki lautan yang sangat luas, lebihtepatnya 3.544.743, 9 km2 (UNCLOS, 1982). Dengan lautan yang sangatluas, Indonesia juga memiliki potensi di sektor perikanan dan kelautan yangsangat besar.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini potensi tersebut belumdapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia.             Selain kualitas SDM dan penguasaan IPTEK yang  masih rendah, orientasi pembangunan negara kita dari dahulusampai sekarang masih berorientasi ke daratan (LandBased Oriented). Oleh karena itu, kita perlu melakukan upaya untukmeningkatkan pemahaman tentang pentingnya laut kepada seluruh lapisanmasyarakat di Indonesia agar dapat menerapkan pemabangunan yang berorientasi kelautan (Marine Based Oriented).                        1.2.  Rumusan Masalah                        1. Kontribusisektor kelautan terhadap ekonomi Indonesia.

                        2. Penyebabmasih belum maksimalnya pemanfaaatan sektor kelautan di                             Indonesia.                        3. Usaha yangbisa dilakukan untuk memaksimalkan sektor kelautan di                               Indonesia.            1.3Tujuan                        1. Agarmasyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa dapat merubah pola                           pikir terhadappembangunan di Indonesia                        2.

Agarmasyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa, dapat menjadi tahu                           apa yang harusdilakukan untuk mengembangkan sektor kelautan di                           Indonesia.  1  BABIIPEMBAHASAN2.1KONTRIBUSI SEKTOR KELAUTANTERHADAP EKONOMI INDONESIASebagaiakibat dari kurangnya perhatian terhadap pembangunan di bidang kelautan padamasa lalu, kontribusi ekonomi dari sektor perikanan dan kelautan terhadapekonomi nasional masih relatif rendah. Sebagai contoh, kontribusi berbagaisektor pembangunan kelautan terhadap PDB Indonesia masih di bawah 15%.

Sementara negara – negara lain yang potensi kelautannya relatif lebih rendahdari Indonesia, kontribusi sektor perikanan dan kelautan terhadap PDB nasionalnyasudah mencapai sekitar 25%. Negara – negara yang dimaksud adalah : Islandia,Norwegia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, RRC, dan Thailand. NO Sektor Tahun Laju Pertumbuhan Kontribusi terhadap PDB Nasional 1 Perikanan dan Kelautan 2016 8, 37 % 3 % 2 Pertanian 2015 4,02 % 10, 44% Sumber:BPSDapatdilihat dari data tersebut bahwa meskipun pemerintah sudah melakukan usahamaksimal unuk lebih menitikberatkan pembangunan ke sektor perikanan dankelautan, tetapi tetap saja kontribusi PDB sektor perikanan dan kelautanterhadap PDB nasional masih belum mencapai hasil yang maksimal jikadibandingkan dengan sektor lainnya, dalam hal ini sektor pertanian.              2  2.2 PENYEBAB BELUM MAKSIMALNYAPEMANFAATAN SEKTOR KELAUTAN          Setiap permasalahan tentu saja adapenyebabnya. Begitu juga halnya dengan sektor kemaritiman kita.

Ada banyak halyang menyebabkan belum maksimalnya pemanfaatan sektor kemaritiman di Indonesia.Mulai dari kebijakan pemerintah yang kurang menitikberatkan pembangunan disektor kemaritiman, hingga pendidikan nelayan yang masih rendah.1.      RendahnyaPendidikan Sumber Daya Manusia di Sektor KelautanBerdasarkan tingkat pendidikannya,struktur tenaga kerja di sektor kelautan adalah sebagai berikut :·        19,6%hanya tamat SD·        1,9%berpendidikan SMP·        1,4%berpendidikan SMA·        0,03%berpendidikan D3 dan S1Denganstruktur pendidikan seperti ini, sulit untuk dapat meningkatkan produktivitasusaha mereka di sektor perikanan dan kelautan.2.      TingginyaTingkat Illegal Fishing di Lautan IndonesiaTingkat illegal fishing di Indonesiamasih sangat tinggi, bahkan menurut Menteri Kelautan dan Perikanan , SusiPudjiastuti, tingkat illegal fishing di Indonesia adalah yang tertinggi didunia. Sebagai informasi Data Badan Pangan Dunia atauFAO mencatat, kerugian Indonesia per tahun akibat illegal fishing sebesar Rp 30triliun. Data itu dinilai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti cukupkecil karena menurut hitung-hitungannya, akibat illegal fishing, kerugiannegara per tahun bisa mencapai US$ 20 miliar atau Rp 240 triliun.

3.      KurangnyaPenguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Sektor Kelautan dan PerikananBelumtersedianya sistem informasi maupun knowledgemanagement dan juga rendahnya technopreunership nelayanIndonesia dalam memanfaatkan kekayaan ikan laut dapat disebabkan oleh rendahnyakemampuan, keterampilan, dan dukungan sarana prasarana aktivitas pengelolaanperikanan.4.      KurangnyaDukungan Lintas Lembaga Pemerintah Maupun SwastaUntuk mendorong terwujudnya kawasan pertumbuhan ekonomi berbasispartisipasi sektor usaha kelautan dan perikanan, pemerintah bisa melakukanpemberian insentif dan perlakuan khusus. Upaya ini untuk mengundang sektorusaha membangun kawasan pertumbuhan ekonomi, serta penyediaan lahan bagipenanam modal.   3  2.3 USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUKMEMAKSIMALKAN SEKTOR KELAUTANPada hakikatnya ada banyak cara danusaha yang dapat dilakukan untuk dapat memajukan dan memaksimalkan pembangunandi sektor perikanan dan kelautan Indonesia. Salah satunya adalah denganmembangun sistem manajemen perikanan.

Tidak ada definisi pasti tentangbagaimana sistem yang baik ini, tetapi ada sebuah pedoman yang bisa digunakanoleh kita semua :”Proses terintegrasi yang terdiridari pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pengambilankeputusan, alokasi sumber daya, dan formulasi, dengan pelaksanaan yang baikatas berbagai peraturan dan regulasi yang mengatur aktivitas perikanan yangbertujuan untuk memastikan keberlangsungan sumber daya alam dan pencapaianberbagai tujuan lainnya.”Dari deskripsi ini bisa dilihatbahwa sistem manajemen perikanan melibatkan berbagai macam tugas yang sifatnyakompleks dan bervariasi, yang secara kolektif memiliki tujuan umum yaitumencapai keuntungan berkelanjutan dari sumber daya yang ada. Tugas – tugas ini bisadilihat pada Gambar 1.Belakangan ini munculbanyak ketertarikan untuk beralih ke manajemen perikanan yang berfokus pada single-species atau single fisheries untuk mencapai manajemen yang berfokus padaekosistem. Pendekatan yang luas ini diberi istilah ecosystem-based fisheries management (EBFM) dan pernah didiskusikanpada “The Rekyjavik Conference on Responsible Fisheries in the Marine Ecosystem”pada tahun 2001. Konferensi tersebut menyetujui Reykjvaik Declaration yangmenguatkan “bahwa pertimbangan mengenai ekosistem ini menekankan untuk adanyakonservasi ekosistem yang lebih efektif dan penggunaan yang berkelanjutan”.Gambar 1.

RepresantasiFungsi dan Tanggung Jawab dari Sebuah Lembaga Manajemen Perikanan  4   Deskripsi di atas mungkin bisa membingungkan sekaligusmengandung banyak istilah – istilah yang kompleks. Beberapa kerumitan ini bisadisederhanakan dengan menggaris bawahi beberapa isu – isu kunci. Tentu sajadalam menyederhanakan sebuah subjek akan ada keuntungan dan kerugiannya,penyederhanaan yang berlebihan bisaberujung pada mengabaikan detail – detail dari sebuah subjek.

Tetapi,penyederhanaan bisa berguna untuk memahami prinsip – prinsip dasar dan lebihmenekankan kepada area luas yang membutuhkan perhatian lebih. Dari pertimbangandi atas, ada beberapa prinsip inti yang bisa diidentifikasi untuk menjadi tiitkawal dari membangun sistem manajemen perikanan yang berkelanjutan yangditunjukkan pada Tabel 1 (diambil dan dikaji ulang dari Cochrane, 2000).Tabel 1. Prinsip Dasar dalam SistemManajemen Perikanan Prinsip Fungsi Manajemen 1.

Stok ikan adalah terbatas dan repdroduksi populasi ikan merupakan sutau masalah dalam sistem. 5 Hasil perlu diperkirakan dan masalah biologis harus dapat diidenetifikasi secara dini. 2. i) Produksi biologis dari sebuah populasi adalah sebuah fungsi dari ukuran stok dan ii) itu juga merupakan sebuah fungsi ekologis dari lingkungan.

Dapat dipengaruhi oleh alam atau oleh aktivitas manusia i) Titik referensi target perlu ditentukan melalui koleksi data dan assesment ; dan ii) dampak terhadap lingkungan perlu diidentifikasi dan dimonitor, dan adanya sebuah manajemen strategi sebagai respon. 3. Permintaan konsumtif dari manusia merupakan sebuah masalah terkait dengan menjaga resiko yang rendah terhadap lingkungan. Lebih jauh lagi, teknologi juga memberikan manusia permintaan yang lebih tinggi. Tujuan dan capaian yang realistis perlu ditentukan. Pencapaian dari tujuan pada akhirnya akan membutuhkan sebuah kontrol terhadap kapasitas  dan usaha memancing. 4. Dalam pemancingan multispesies, yang pada hakikatnya menargetkan semua ikan, akan mustahil untuk dapat mendapatkan keuntungan dari semua jenis ikan secara bersamaan.

Tujuan dan capaian yang realistis dalam hal menjaga spesies dan interaksi antar-spesies harus dibuat. 5. Tingkat ketidakpastian dalam perikanan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan.

Semakin tinggi tingkat ketidakpastiannya, maka pendekatan yang diambil harus lebih konservatif. Assessment tentang resiko dan manajemen harus dilaksanakan dan juga implementasinya harus sesuai. 6. Ketergantungan jangka pendek dari masyarakat terhadap suatu populasi ikan akan menentukan prioritas relatif dalam tujuan ekonomis dan juga pemanfaatan yang berkelanjutan. Perikanan tidak bisa diatur secara terisolasi melainkan harus menjadi satu kesatuan dengan zona pantai dan juga kebijakan nasional 7. Sebuah rasa kepemilikan sebuah sumber daya dari individu, komunitas, ataupun grup yang memiliki akses adalah oknum yang kondusif dalam mempertahankan pemancingan yang bertanggung jawab. Sebuah sistem yang efektif dan pantas mengenai hak akses perlu dibuat dan ditegakkan. 8.

Partisipasi nyata dalam proses manajemen dari pengguna yang betul – betul paham akan mencipatakan suatu sistem manajemen yang baik. Komunikasi, konsultasi, dan co-manajemen harus ada pada setiap tahapan manajemen.    6  2.4 KAITAN PEMBANGUNAN DENGAN AGAMAISLAM          Kajiantentang peranan agama dalam pembangunan, sesungguhnya merupakan ?suatu wacanayang sudah lama menjadi bahan pemikiran dan polemik ?para cendekiawan.

Meskipunbegitu, selalu saja ada hal yang menarik perhatian setiap kali membahas agamadan kaitannya dengan pembangunan atau modernisasi, yang disbebabkan oleh adanyamasalah – masalah yang nyata dalam peran agama di dunia modern ini dan jugapengaruh modernisasi terhadap kehidupan beragama.? Dalam konteks pembangunanatau yang oleh para pakar sering disebut sebagai ?proses modernisasi, agamasetidaknya memiliki dua peran dan fungsi utama, yaitu (1) ?memberikanlandasan-landasan etik dan moral pembangunan atau modernisasi, dan ??(2)memberikan motivasi yang bersifat teologis kepada setiap subjek pembangunan.?             Salah satu contoh nyata ada di dalam kehiudpan masyarakatAmerika Serikat di mana tingkat kejahatan dan kriminalitasnya meningkatsebanyak 178%  pada tahun 1965(Izetbegovic,1965).  Ditambah dengan peningkatanalkoholisme, pornografi, kecanduan obat, dan juga perjudian.

Bahkan, diIndonesia pun sudah mulai terlihat perkembangan kebatilan – kebatilan tersebutyang semakin mengkhawatirkan. Melihat perkembangan maksiat tadi kita sebagaibangsa yang berdasarkan kepada agama sudah seharusnya menyikapi masalah inidengan satu hal yang pasti, yaitu berpaling kepada agama. Penyelamatanmasyarakat dari berbagai dampak negatif yang dibawa oleh agama dan pembangunanhanya dapat dilakukan apabila kita kembali bersujud dan berdoa kepada-Nya.??????????? ?????? ????????????”Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (Q.S. An-Najm : 62).?Manusia hanya bisa keluar dari kegelapan kehidupannya apabila ia kembali?kepada ajaran yang benar, yaitu agama (baca: Islam).

??????? ??????? ?????????? ??????? ???????????? ???? ?????????? ????? ??????????”Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka darikegelapan kepada ?cahaya…”. (Q.S. Al-Baqarah : 257).?     7  BAB IIIPENUTUP3.1KESIMPULAN            Indonesia merupakan negara maritim, dimana tiga per empatberupa laut (5,8 juta km2).

Panjang garis pantai tropis terpanjang kedua(setelah Kanada). Dengan bentang wilayah Indonesia dari ujung Barat (Sabang)dan timur (Merauke) setara dengan London sampai Bagdad. Bentang ujung utara(Kep.

Satal) dan selatan (P. Rote) setara dengan jarak negara Jerman sampainegara Al-Ajazair. Lautmengandung potensi ekonomi (pembangunan) sangat besar dan beragam. Kontribusiyaterhadap GDP senilai 28 milyar (1988) atau 20 %. Lebih rendah bila dibandingkandengan Korea Selatan dengan panjang pantai 2.713 Km dengan kontribusinya 147milyar (1992) atau 37% (Dutton dan Hotta, 1999).

Nilai ekspor perikanan sebesarUS $ 1,76 milyar (1998) dengan nilai rumput laut (US $ 45 juta), lebih rendahbila dibandingkan dengan Thailand sebesar US $ 4,2 milyar dengan panjang pantai2.600 km. Apabila optimal dalam pendayagunaan sumber daya laut, maka potensiini akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam melunasi hutang-hutang luarnegeri bangsa ini. Dalam proses pembangunan, agama memilikiperan yang amat penting dan ?strategis. Agar agama dapat benar-benar berperandalam pembangunan, upaya yang ?harus dimulai adalah dengan memberikanpendidikan keagamaan, baik di rumah, di ?sekolah maupun di masyarakat kepadasetiap manusia, terutama anak-anak.

? Selain itu agama juga bisa berperansebagai pemberi motivasi yang bersifat teologis ?kepada setiap subjekpembangunan ditujukan agar manusia memiliki kesanggupan ?untuk mandiri danterhindar dari sikap dan perilaku yang malas, fatalistik dan ?deterministik. ? 3.2SARAN          Saya berharapdengan ditulisnya makalah ini dapat membawa manfaat untuk seluruh mahasiswaterutama untuk mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa UniversitasPadjadjaran agar dapat membangun sektor perikanan dan kelautan di Indonesiasehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada dengan maksimal. Demi  kesempurnaan makalah ini maka kritik dan dansaran yang dapat membangun saya harapkan dari pembaca.