ANALISIS atau 22.58% dari proses tender sebelumnya yaitu pemilihan

ANALISIS PROSES TENDER DENGAN KOMBINASI METODE BLOCK TENDER DAN PEMILIHAN LANGSUNGMELALUI PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHYPROCESS  Fajar Akhiruddin Hasan1Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik,Universitas Mercu BuanaJl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta11650 Email: [email protected] Abstrak – Pelelangan merupakansuatu proses pengajuan penawaran yang dilakukan oleh kontraktor yang akandilaksanakan sesuai dokumen tender. Didalam proses penyelenggaraan konstruksi,tahapan tender atau proses pelelangan merupakan salah satu bagian kunci yangtidak kalah penting dengan kegiatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan kombinasi metode tender pemilihanlangsung dengan block tender serta melihat efektifitas dari metode tenderberdasarkan analisis Analytical Hierarchy Process. Data penelitian dikumpulkan dengan cara menyebarkan kepada20 responden yang berkecimpung langsung dalam proses tender tersebut,untukmengetahui data-data teknis, kuesioner ditujukan kepada internal PT.

Food AndBeverages Indonesia dan yang bertindak sebagai expert judgement atau pakaradalah para pemimpin Stakeholders.Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi metode tenderpemilihan langsung dengan block tender mampu memberikan efektifitas waktu 7hari atau 22.58% dari proses tender sebelumnya yaitu pemilihan langsung. Selainitu, proses tender ini memiliki kelebihan dengan efektifitas proses tendernya,jika dengan proses sebelumnya memerlukan 5 waktu untuk masing-masing tender,jika menggunakan kombinasi metode tender pemilihan langsung dengan block tenderhanya memerlukan waktu 1 hari untuk proses AanwitjzingKata kunci: Waktu danefektifitas, proses tender, kombinasi pemilihan langsung, analytical hierarchyprocess (AHP) 1.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Latar BelakangPengadaan atau Pelelanganmerupakan serangkaian kegiatan untuk menyediakan barang atau jasa dengan caramenciptakan persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa yang setaradan memenuhi syarat, berdasarkan metode dan tata cara tertentuyang telah di tetapkan dan diikuti oleh pihak-pihak yang terkait secara taatazas  sehingga terpilih penyedia terbaik.(I Ervianto, 2011).Pelelangan merupakan suatu prosespengajuan penawaran yang dilakukan oleh kontraktor yang akan dilaksanakan sesuaidokumen tender. Didalam proses penyelenggara- an konstruksi, tahapan tenderatau proses pe- lelangan merupakan salah satu bagian kunci yang tidak kalahpenting dengan kegiatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apasaja kelebihan dan kekurangan kombinasi metode tender pemilihan langsung denganblock tender serta melihat efektifitas dari metode tender berdasarkan analisisAnalytical Hierarchy Process.PT.

Food And Beverages Indonesiaatau dikenal sebagai Chatime Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 2011tepatnya bulan februari pada Mall Living World Alam Sutera. Dalam sejarahpelelangan yang dilakukan pada saat awal berdiri, metode lelang yang digunakanadalah design and build dengan penunjukan langsung pada kontraktor yang ditunjukdengan kriteria gambar yang diberikan oleh kontraktor.Namun pada tahun 2015 kebutuhanproyek semakin meningkat dengan target kurang lebih dalam tahun 2016pembangunan sekitar kurang lebih 75 outlet store baru, kontraktor yangmengerjakan mulai mengalami penurunan secara kualitas karena over load secarapekerjaan.

PT.Food And Beverages Indonesia mulai mengembangkan metode lelangdengan membuka metode baru yaitu pemilihan langsung dan membuat desain sendiri(design in house) dengan membuka lelang pada kontraktor-kontraktor yang sudahdi seleksi terlebih dahulu.Dengandibuatnya metode baru tersebut, diharapkan agar proses lelang dapatmenghasilkan output yang lebih maksimal, namun perusahaan tersebut semakin majudan berkembang, dimana target pada tahun 2017 yaitu 75 store baru dan 50renovasi store existing.

Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitimelakukan wawancara dengan divisi Business Development mengenai rencanakedepannya yang akan dibuat metode lelang seperti paket atau membuat 1 kalitender degan jumlah maksimal 5 proyek, dan respon yang diberikan oleh divisiBusiness Development  cukup baik dimanadivisi tersebut akan mencoba untuk mencari lokasi yang tepat dengan waktu yanglebih baik. 2. Ananlytical Hierarchy ProcessMenurut Thomas L. Saaty Analytic Hierarchy Process (AHP)merupakan sebuah proses yang membantu para pengambil keputusan untuk memperolehsolusi terbaik dengan mendekomposisi permasalahan kompleks ke dalam bentuk yanglebih sederhana untuk kemudian melakukan sintesis terhadap berbagai faktor yangterlibat dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut.

AHPmempertimbangkan aspek kualitatif dan kuantitatif dari suatu keputusan danmengurangi kompleksitas suatu keputusan dengan membuat perbandingan satu-satudari berbagai kriteria yang dipilih untuk kemudian mengolah dan memperolehhasilnya. Teknik ini tidak hanya membantu para pengambil keputusan untukmemperoleh alternatif solusi yang terbaik, tetapi juga memberikan pemahamanrasional yang jelas untuk pilihan yang diambil.Ada empat buah prinsip dasar AHPyang harus dipahami dalam proses analisis, yaitu :1.  Decomposition, adalah memecahpersoalan kompleks ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan menyusunnya kedalam suatu pohon hierarki.              Gambar 1.Tahapan AHP   Gambar 2.Pohon hirarki AHP 2.  Comparativejudgment, adalah sebuah proses penilaian mengenai kepentingan relatifantara satu kriteria dengan kriteria lainnya pada suatu tingkat tertentu.

Penilaian ini berpengaruh terhadap prioritas kriteria yang merupakan inti darimetode AHP. Hasil penilaian ini disusun dalam bentuk matriks pairwisecomparison.3.   Synthesis of priority, prosessintesis di antara prioritas lokal dalam suatu tingkat hirarki untuk memperolehprioritas global dari beragam kriteria suatu pengambilan keputusan yang ada. 4.  Localconsistency, yaitu penilaian kepentingan relatif yang konsisten antara satukriteria dengan kriteria lainnya. StepPertama : Mendefinisikan struktur hirarki masalah.       Permasalahan disederhanakan dalam bentuk strukturhirarki yang menunjukan hubungan antara permasalahan, kriteria, dan alternatifsolusi.

Pohon hiarki tersebut di ilustrasikan dalam gambar. Stepkedua : Melakukan pembobotan kriteria pada setiap tingkat hirarki.          Dalam tahapan ini, seluruh kriteriayang berada pada setiap tingkat hirarki diberikan penilaian. Penilaian tersebutmenggunakan standar pembobotan Saaty dengan skala berkisar dari satu hingga sembilandan kebalikannya. Keterangan mengenai skala tersebut dapat dilihat pada tabel 1berikut :  Skala  ai , j Keterangan 1 Kedua kriteria sama penting. 3 Kriteria i agak (weakly) lebih penting dari kriteria  j. 5 Kriteria i cukup (strongly) penting dari kriteria  j.

7 Kriteria i sangat (very strongly) penting dari kriteria  j. 9 Kriteria i memiliki kepentingan yang ekstrim (absolutely) dari kriteria  j. 2, 4, 6, 8 Kriteria i dan  j memiliki nilai tengah diantara dua nilai keputusan yang berdekatan. Berbalikan (  ai , j    =  1/ a j ,i ) Kriteria i mempunyai nilai kepentingan yang lebih dari kriteria  j, maka kriteria i memiliki nilai berbaikan  Berdasarkan     nilai-nilai   kriteria  tersebut  dapatdisusun sebuah matriks pairwise comparison A sebagai berikut : ai , j menyatakan elemenmatriks A baris ke- i kolom ke- j .Stepketiga : Menghitung pembobotan kriteria dan konsistensi pembobotan.     Tahapanini menghitung prioritas pembobotan dengan mencari nilai eigenvector darimatriks A melalui proses sebagai berikut:1.  Kuadratkan matriks A .

Nilai elemen matriks A2 ditentukan denganmenggunakan rumus berikut:nai, j 2 = åai,k × ak , jk =1ai,k menyatakan elemen matriksAbaris ke- i kolom ke- k dan ak , jmenyatakan elemen matriks A baris ke- k kolom ke- j2.  Jumlahkan elemen setiap baris matriks A2 sehingga diperolehsuatu matriks B dengan menggunakan rumus berikut : bi menyatakan elemen matriksB baris ke-i. Matriks B disusun menggunakan elemen bi seperti berikut ini: Jumlahkanseluruh elemen matriks B menggunakan rumus berikut: 3.  Dari matriks B yangtelah diperoleh pada langkah 2 di atas, selanjutnya dilakukan normalisasiterhadap matriks B untuk memperolehnilai eigenvector dari matriks Btersebut.

Nilai eigenvector dari matriks Bini digambarkan dalam bentuk matriks E sebagaiberikut : 4.  Ketiga proses di atas dilakukan berulang-ulang dan pada setiapakhir iterasi dicari selisih nilai eigenvector matriks E yang diperoleh dengannilai eigenvector matriks E sebelumnya sampai diperoleh angka yang mendekatinol. Matriks E yang di peroleh  padalangkah terakhir menunjukkan prioritas kriteria yang ditunjukkan oleh koefisiennilai eigenvector.3.Metodologi PenelitianAHP merupakan teknik yangmelakukan analisis terhadap data numerik, sehingga metodologi yang digunakandalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kuantitatif. Dalam metodologipenelitian kuantitatif ini, penulis mengelompokkan data ke dalam klasifikasitertentu, menghitung data tersebut, dan membuat sebuah model untuk menjelaskanobyek penelitian. Secara umum, tahapan yang dilakukan dalam melaksanakanpenelitian ini ditunjukkan pada gambar berikut          Dalam melakukan analisis hasilkeputusan, penulis menggunkan metode validasi pakar untuk mengetahui akurasisolusi yang diberikan oleh sistem penunjang keputusan. 4.

Hasil Pengujian dan Pembatasan          Berikut adalah pohonstruktur hirarki yang sudah dibuat dan di validasi oleh pakar :                   Setelah struktur hirarki dibuat,kemudian dilakukan perhitungan AHP sampai mendapat nilai prioritas untukmasing-masing hirarki, lakukan perhitungan sesuai langkah-langkah sebelumnya,kemudian didapat hasil seperti tabel dibawah ini :           Dari diatas sudah bisaditarik kesimpulan bahwa kriteria yang paling penting/prioritas adalah Traffic& Budget dengan nilai 0.54 ataujika di persentasekan 54%, untuknilai subkriteria yang paling penting/prioritas adalah mengatur schedule proyekdengan nilai 0.28 atau jika dipersentasekan 28%, dan untukalternatif kebijakan yang paling penting/prioritas adalah kombinasi pemilihanlangsung dengan block tender dengan nilai 0.61atau jika di persentasekan menjadi 61%.          Setelah proses perhitungan AHP selesaidan sudah mendapatkan nilai prioritas dari masing-masing hirarki, selanjutnyaadalah menghitung efektifitas waktu tender dengan menggunakan metode comparingschedule tender sebelumnya dengan schedule tender rencana menggunakan kombinasimetode block tender dengan pemilihan langsung.

Berikut adalah schedule tendersebelumnya dengan proses tender pemilihan langsung :           Dari schedule tersebut dibuatkanbarchart schedule untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk metodepemilihan langsung, berikut adalah schedule proses tender pemilihan langsung : Jikaditarik total hari dengan mulai tender tanggal 18 oktober 2017 dan selesaitender 17 november 2017, proses tender membutuhkan waktu 31 hari.          Schedule tersebut kemudiandibandingkan dengan schedule rencana menggunakan metode kombinasi block tenderdengan pemilihan langsung yang sebelumnya sudah divalidasi pakar terlebih dahulu,berikut adalah schedule proses tender kombinasi metode block tender danpemilihan langsung : Jikaditarik total hari dengan mulai tender tanggal 18 oktober 2017 dan selesaitender 10 november 2017, proses tender membutuhkan waktu 24 hari.          Daritabel tersebut ditarik kesimpulan bahwa kombinasi block tender dengan pemilihanlangsung lebih efektif “7” harisecara waktu.5.1Kesimpulan          Dari hasil analisis danpengolahan data bisa diambil beberapa kesimpulan seperti dibawah ini :1.   Setelah hasil analisis data, berikut adalahkelebihan dan kekurangan metode block tender dengan pemilihan langsung :  2.   Berdasarkan hasil analisis pengolahan data AnalyticalHierarchy Process, metode yang paling efektif pada PT.Food And BeveragesIndonesia adalah kombinasi block tender dan pemilihan langsung dengan nilai 61%.

3.   Pengaruh yang diberikan dari kombinasi metode blocktender dan pemilihan langsung sangatlah baik, terlihat dari olahan data dananalisis memberikan efektifitas 22.58% atau 7 hari dari prosessebelumnya.5.2Saran          Saran yang dapat diberikan penulis saat ini berdasarkan hasil analisisdari data yang sudah dibuat adalah :1.   Meningkatkan perencanaan yang baik dari segaladivisi atau stakeholders, khusus nya dalam penulisan ini baik itu divisiBusiness Development, Traffic & Budget atau General Purchasing harusmempunyai cara untuk mengatasi masalah masing-masing.

2.   Dalam pemilihan metode tender pada perusahaan retailatau khususnya Food And Beverages yang harus terus berinovasi dalam konsepdesign, harus lebih memikirkan faktor-faktor resiko yang ada. Metode tenderharus lebih selektif lagi di pilih terkait kriteria-kriteria pada setiapproject yang ada.

3.  Dalam penulisan ini divisiyang cukup penting dalam menjalankan project adalah Business Developmentterkait dengan scoope pekerjaan nya dalam memprediksi target opening store.Divisi ini harus memastikan mulainya project secara merata dan tertata lebihefektif lagi.

 DAFTAR PUSTAKA Clough,Richard H., Scars, Glem A., & Scars, S. Kedla; 1991.

“Construction Project: New York: John Wiley & Sons Inc”.Schwelbe.2006. “Introduction to project management”. Boston.

IwanKurniawan. 2011. “Jurnal : Analisa Sistem Lelang Menggunakan Metode AHP PadaDinas Pekerjaan Umum Kota Dumai”. Pekanbaru : Universitas Islam Negeri SultanSyarif Kasim Riau.Luki Marzuki.

2017. “Jurnal : Kajian Biaya dan Waktu Pelaksanaan Dinding Panel Gypsumboard+InsulationSebagai Pengganti Dinding Bata Ringan Proyek Apartement Puri Orchard”. Jakarta: Universitas Mercubuana Meruya.Sukarmei, Dwi.2011. “Pengaruh Metode Evaluasi Penawaran Pengadaan Barang/Jasa PemerintahTerhadap Hasil Pekerjaan dengan Pendekatan AHP”.

Tesis, Semarang : UniversitasDiponegoro.Nur Wahid.2014. “Jurnal : Kajian Pelelangan Konstruksi Berdasarkan Keppres 80/2003 danPerpres 54/2010 Kota Semarang”. Semarang : Universitas Diponegoro.

Marthen M,Tangkeallo. 2013. “Jurnal : Analisis Biaya Lelang Pada Pekerjaan Konstruksi DiLingkungan Pemda Kabupaten Morowali:. Morowali : Universitas Sintuwu Moroso.Bambang WishnuMurti.

2016. “Jurnal : Analisis Kesenjangan Antara Sistem Konvensional danSistem Elektronik Pada Penyediaan Jasa Konstruksi Di Pemerintah KotaSurabaya”.Surabaya : Institut Teknlogi SurabayaRatu MafasSukmalaras.

2015. “Jurnal : Analisis Perbandingan Pelelangan Manual denganE-Procurement Terhadap Pelaksanaan Proyek Konstruksi di Kabupaten Garut”. Garut: Sekolah Tinggi Teknologi Garut.Yunita A,Messah. 2016.

“Jurnal : Kajian Kriteria Pemilihan Subkontraktor  Oleh Kontraktor Utama dengan MenggunakanMetode AHP”. Kupang :  Universitas NusaCendana.Putu Bintana.2015. “Jurnal : Kajian Metode Sistem Nilai Untuk Mengevaluasi Pengadaan JasaKonstruksi”.

Bali : Universitas Udayana.KristophorusKanaprio. 2014. “Jurnal : Pemilihan Kontraktor Di Proyek Konstruksi PT.

X denganMetode ANP”. Surabaya : Institut Teknlogi SurabayaRandyKristovandy Tanesia. 2015. “Jurnal : Studi Efektivitas Pengadaan Barang danJasa Pemerintah Secara Tradisional dan Elektronik”. Yogyakarta : UniversitasAtma Jaya.

Nova Rijati.2009. “Jurnal : Metode Analytic Hierarchy Process dalam Penentuan KeputusanPemilihan Tipe Rumah”.