Agresivitas pekerjaan maupun di luar pekerjaaan. Hal ini juga

Agresivitasyang dilakukan anggota SATPOL PP ketika merupakan hal yang sering kali terjadipada saat mereka melaksanakan tugas. Agresivitas menurut Buss dan Perry (1992)memiliki salah satu aspek yaitu angeryang merupakan emosi negatif disebabkan oleh harapan yang tidak terpenuhi danbentuk ekspresinya dapat menyakiti orang lain serta dirinya sendiri. Termasukdidalamnya adalah irritability yaitumengenai temperamental, kecenderungan untuk cepat marah, dan kesulitanmengendalikan amarah. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek fisiologis streskerja yaitu dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika individu mengalamikenaikan tekanan darah akibat stres kerja yang dialami akan menimbulkan dampakberupa gejala atau bahkan terkena penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi).

Hal ini diperkuat oleh Saleh, Basmenelly dan Huriani (2014) yang mengemukakanbahwa individu dengan tekanan darah tinggi ditandai dengan gejala mudah marah,mudah tersinggung, sering merasa gelisah, dan terkadang tidak konsentrasi dalammenjalankan pekerjaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketika seseorangmengalami stres kerja yang menyebabkan kenaikan tekanan darah dapat memicusalah satu aspek dari agresivitas yaitu menjadi lebih mudah marah dan kesulitanmengendalikan amarah.Setiap individu pasti akan mengalami tuntutan-tuntutan ataupuntekanan-tekanan baik yang berasal dari dalam individu maupun dari lingkungan. MenurutSmet (1994) tuntutan kerja yang terlalu banyak dan beban kerja yang berat dapatmenimbulkan stres. Agresi yang disebabkan oleh stres diakibatkan dari perubahanyang terlalu besar dan cepat dibandingkan dengan kemampuan kita untuk menerimanya(Wilkinson, 2002). Fathoni (Arista, 2013) mengemukakan bahwa stres yang dialamipekerja timbul akibat kepuasan kerja yang tidak terwujud dari pekerjaannya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Halini sejalan dengan aspek psikologis yang dikemukakan oleh Robbins danJudge (2011) yaitu stres dapat menimbulkan ketidakpuasan. Petugas SATPOL PPyang berada pada ketidakpuasan terhadap pekerjaan akan mudah mengalami gangguanemosional. Hal ini sesuai dengan pendapat Siagian (2009) yang mengungkapkanbahwa stres merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalanpikiran, dan kondisi fisik seseorang.

Stres yang tidak dapat diatasi denganbaik biasanya berakibat pada ketidakmampuan seseorang berinteraksi denganlingkungannya, baik lingkungan pekerjaan maupun di luar pekerjaaan. Hal inijuga diperkuat oleh pendapat dari NIOSH (1999) tanda-tanda bahwa pekerjamengalami tekanan mental, yaitu konsentrasi yang buruk, mudah marah,ketidakpuasa kerja dan moral yang rendah. Hal ini berkaitan dengan agresivitasdimana salah satu aspek agresivitas yang dikemukakan oleh Buss dan Perry (1992)yaitu kemarahan yang diartikan sebagai suatu tindakan yang sifatnya tersembunyidalam perasaan namun akibatnya dapat menyakiti orang lain, seperti muka merahpadam, mata melotot, mudah marah, tersinggung, dan emosional.

Aspekstres kerja terkait dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkatproduktivitas dan kemangkiran kerja, kebiasaan makan, ketidakteraturan waktutidur, bicara gagap, dan konsumsi alkohol. Ketika berada dalam keadaan stresdalam pekerjaan, anggota SATPOL PP akan mengalami gangguan emosional yangtinggi dan jika tidak dapat ditangani sendiri maka akan memungkinkan terjadinyaagresivitas pada anggota SATPOL PP saat menjalankan tugasnya. Hal tersebutdiperkuat oleh pendapat dariAlmasitoh (2011) yang menyatakan bahwa stres kerja merupakanbeban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yangmenghambat performance individu.Selain itu Sopiah (Arista, 2013) menyatakan bahwa dampak stres bisa dikenalidari perilaku, yaitu kinerja rendah, naiknya tingkat kecelakaan kerja, salahdalam mengambil keputusan, tingkat absensi kerja yang tinggi, dan agresi ditempat kerja.Anggota SATPOL PP yang sering menemukan hambatan-hambatan dalampekerjaan dan tidak kunjung menemukan solusinya maka stres kerja akan sangatmudah terjadi dan kemungkinan tingkah laku yang tak terkendali akan sangatmungkin terjadi pada anggota SATPOL PP termasuk agresivitas. Hal ini diperkuatdengan pendapat dari Meninger (Mumtahinnah, 2008) yang mengatakan bahwa tingkahlaku yang tidak terkendali, termasuk agresivitas adalah akibat dari kegagalanego untuk mengadaptasi hambatan-hambatan sekaligus sebagai upaya untukmemelihara keseimbangan intrapsikis.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkanbahwa stres kerja mampu mempengaruhi agresivitas individu. Pada penelitian inijuga peneliti menyampaikan bahwa agresivitas yang dilakukan adalah segala macambentuk agresivitasSatuan Polisi Pamong Praja saat menjalankan tugasnya